{"id":635,"date":"2024-07-14T09:59:33","date_gmt":"2024-07-14T09:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/?p=635"},"modified":"2024-07-31T17:03:53","modified_gmt":"2024-07-31T17:03:53","slug":"preeclampsia-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/","title":{"rendered":"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak"},"content":{"rendered":"<p>Preeklamsia atau preeclampsia adalah kondisi serius yang dapat terjadi selama kehamilan dan mempengaruhi kesehatan ibu serta janin. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan tekanan darah, proteinuria, hingga kerusakan organ.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, kewaspadaan terhadap preeklamsia sangat penting, untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi. Melalui ulasan berikut, mari simak informasi lengkap seputar gejala, dampak, penanganan, hingga cara pencegahan preeklamsia!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Preeclampsia?<\/h2>\n\n\n\n<p>Preeclampsia adalah komplikasi kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, proteinuria (tingginya protein dalam urin), atau tanda-tanda kerusakan organ seperti hati dan ginjal. Berikut adalah definisi dan penjelasan preeklamsia lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:60px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized mobile-wide\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1330\" height=\"600\" src=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-mart-production-7089015-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-626\" style=\"object-fit:cover;width:1920px;height:600px\" srcset=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-mart-production-7089015-1.png 1330w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-mart-production-7089015-1-300x135.png 300w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-mart-production-7089015-1-1024x462.png 1024w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-mart-production-7089015-1-768x346.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1330px) 100vw, 1330px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:60px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-ee37fe00de29e28d337406bf2c00d3a3\" style=\"color:#7b86ff\">A. Definisi dan Penjelasan<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Preeklamsia sebagai Gangguan Kehamilan<\/h4>\n\n\n\n<p>Melansir dari <a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/preeclampsia\/symptoms-causes\/syc-20355745\">Mayo Clinic 2022<\/a>, preeklamsia atau PEB kehamilan adalah gangguan yang umumnya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat mempengaruhi berbagai organ dalam tubuh dan berkembang menjadi eclampsia atau HELLP syndrome.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Perbedaan Antara Preeklamsia dan Tekanan Darah Tinggi Biasa<\/h4>\n\n\n\n<p>Meskipun preeclampsia adalah komplikasi yang ditandai tekanan darah tinggi, tetapi kondisi ini berbeda dengan hipertensi biasa. Pasalnya, tekanan darah tinggi pada preeklamsia disertai dengan proteinuria dan gejala lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, hipertensi biasa mungkin sudah ada sebelum kehamilan, tanpa adanya proteinuria.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-ad977687f4da614d96f88dee27f0d2f1\" style=\"color:#7b86ff\">B. Statistik dan Data Preeklampsia pada Ibu Hamil<\/h3>\n\n\n\n<p>Melansir dari <a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/37290173\/\">National Institut of Health 2023<\/a>, jumlah kasus preeklamsia mencapai 7 juta di seluruh dunia. Adapun berikut adalah penjelasan terkait prevalensi dan risikonya lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Prevalensi Preeklamsia di Indonesia dan Dunia<\/h4>\n\n\n\n<p>Preeclampsia adalah komplikasi kehamilan yang cukup umum. Menurut penelitian <a href=\"https:\/\/journal.universitaspahlawan.ac.id\/index.php\/prepotif\/article\/view\/27023#:~:text=Angka%20Preeklampsia%20tahun%202023%20didapatkan,1%20(36%2C7%25).\">Jurnal Universitas Pahlawan 2024<\/a>, prevalensi preeklamsia di Indonesia mencapai 36,7%. Sementara <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK570611\/\">NIH 2024<\/a> mencatat preeklamsia mempengaruhi sekitar 2-8% kehamilan, dengan tingkat kematian janin mencapai 500 ribu per tahun secara global.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Risiko yang Dihadapi Ibu dan Bayi<\/h4>\n\n\n\n<p>Preeklamsia adalah kondisi yang menimbulkan berbagai risiko bagi ibu dan bayi. Bagi ibu, risikonya termasuk kerusakan organ dan komplikasi, seperti eclampsia atau HELLP syndrome.&nbsp;Sementara mengutip dari <a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/kehamilan\/kandungan\/masalah-kehamilan\/dampak-preeklampsia-pada-ibu-janin\/\">Hello Sehat 2022,<\/a> risiko pada bayi meliputi kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, hingga kematian janin.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:40px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-not-stacked-on-mobile is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"655\" height=\"600\" src=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Article-Details-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-654\" style=\"aspect-ratio:1;object-fit:cover\" srcset=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Article-Details-2.png 655w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Article-Details-2-300x275.png 300w\" sizes=\"(max-width: 655px) 100vw, 655px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"655\" height=\"600\" src=\"http:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Article-Details-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-656\" style=\"aspect-ratio:1;object-fit:cover\" srcset=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Article-Details-3.png 655w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Article-Details-3-300x275.png 300w\" sizes=\"(max-width: 655px) 100vw, 655px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div style=\"height:40px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gejala dan Tanda-Tanda Preeclampsia<\/h2>\n\n\n\n<p>Agar dapat mencegah preeklampsia pada ibu hamil, maka perlu adanya tindakan preventif, seperti mengenali gejala dan tanda-tandanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-88947c1216f181dff497b04d8a9f26fe\" style=\"color:#7b86ff\">A. Gejala Umum<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/17952-preeclampsia\">Cleveland Clinic 2022<\/a>, preeclampsia adalah kondisi yang ditandai dengan gejala umum berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Arah Tekanan tinggi, yakni tekanan sistolik mencapai\/melebihi 140 mmHg dan&nbsp; tekanan diastolik mencapai\/melebihi 90 mmHg.<\/li>\n\n\n\n<li>Proteinuria, yaitu tingginya kadar protein dalam urin.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-1e9ff8ce66fabc9bbd736b65c28166ec\" style=\"color:#7b86ff\">B. Gejala Tambahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain gejala umum, <a href=\"https:\/\/www.siloamhospitals.com\/en\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-preeklamsia\">Siloam Hospital 2024<\/a> menyebutkan bahwa preeklamsia juga ditandai dengan gejala tambahan, antara lain.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembengkakan pada anggota tubuh adalah hal normal selama kehamilan. Namun, edema yang tiba-tiba dan parah bisa menjadi tanda PEB kehamilan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sakit kepala hebat yang terjadi secara terus menerus.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur, atau melihat bintik-bintik dan kilatan cahaya.<\/li>\n\n\n\n<li>Nyeri di perut bagian atas, terutama di bawah tulang rusuk kanan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab dan Faktor Risiko Preeclampsia<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami apa saja gejalanya, berikut adalah penyebab dan faktor risiko preeklamsia yang perlu diwaspadai, menurut <a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/preeclampsia\/symptoms-causes\/syc-20355745\">Mayo Clinic 2022<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-d278b782fba763a00d94d0b46a3ef032\" style=\"color:#7b86ff\">A. Penyebab Preeclampsia<\/h3>\n\n\n\n<p>Preeclampsia adalah kondisi yang bisa terjadi akibat sejumlah penyebab, seperti berikut ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kondisi kesehatan ibu sebelum hamil, seperti hipertensi kronis, diabetes, dan penyakit ginjal.<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor genetik dan lingkungan, seperti riwayat keluarga dengan preeklamsia dan pola hidup yang tidak sehat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-b4e6b4c9ea30bc2d84d22b0329ffcdd2\" style=\"color:#7b86ff\">B. Faktor Risiko<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain mewaspadai penyebabnya, berikut adalah sejumlah faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kehamilan pertama berisiko lebih tinggi mengalami preeklamsia.<\/li>\n\n\n\n<li>Riwayat keluarga dengan preeklamsia dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami kondisi yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun, sebab lebih rawan mengalami darah tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Kegemukan atau obesitas.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Diagnosis dan Pemeriksaan<\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/2745\/mengenal-preeklampsia\">Kemenkes 2023<\/a>, preeclampsia adalah kondisi yang dapat dideteksi sejak awal, melalui serangkaian proses pemeriksaan rutin dan tes tambahan berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-016ba4b42e958adfe7279f65488d9e80\" style=\"color:#7b86ff\">A. Proses Diagnostik<\/h3>\n\n\n\n<p>Diagnostik awal meliputi pemeriksaan rutin selama hamil serta pengukuran tekanan darah dan tes urin.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemeriksaan rutin selama kehamilan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan janin dan ibu.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengukuran tekanan darah dan tes urin untuk mendeteksi potensi hipertensi dan proteinuria.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-5001773785e16b5faa4eed86a7c4ddd5\" style=\"color:#7b86ff\">B. Tes Tambahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain diagnostik, preeclampsia adalah kondisi yang memerlukan beberapa tes tambahan, antara lain.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>USG untuk memeriksa perkembangan bayi dan mendeteksi tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat.<\/li>\n\n\n\n<li>Tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati, serta mendeteksi adanya kerusakan organ.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penanganan dan Pengobatan Preeklamsia<\/h2>\n\n\n\n<p>PEB kehamilan adalah kondisi yang memerlukan penanganan khusus. Menurut <a href=\"https:\/\/www.emc.id\/id\/care-plus\/mengenal-gejala-preeklamsia-serta-cara-penanganannya\">EMC Healthcare 2023<\/a>, berikut adalah penanganan yang bisa dilakukan di rumah maupun secara medis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-9cae82eb798d1b1473b85379b819ab93\" style=\"color:#7b86ff\">A. Penanganan di Rumah<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani preeklamsia di rumah adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pantau tekanan darah secara rutin.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga pola makan sehat dan rendah garam, untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko preeklamsia.<\/li>\n\n\n\n<li>Istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan memengaruhi tekanan darah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-f5e9f8ac511d4060e172744135ec5a3e\" style=\"color:#7b86ff\">B. Penanganan Medis<\/h3>\n\n\n\n<p>Dari segi medis, preeclampsia adalah kondisi yang membutuhkan penanganan khusus, yakni.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengawasan ketat oleh dokter, untuk memantau perkembangan kondisi ibu.<\/li>\n\n\n\n<li>Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Potensi rawat inap untuk pengawasan lebih intensif dan penanganan medis yang tepat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pencegahan Preeclampsia<\/h2>\n\n\n\n<p>Preeclampsia adalah kondisi yang mengkhawatirkan, sehingga perlu adanya langkah preventif yang tepat. Simak upaya-upaya pencegahannya menurut <a href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/2745\/mengenal-preeklampsia\">Kemenkes 2023<\/a> berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-d83136d01cefc4e2e0e1b82e8791c6d2\" style=\"color:#7b86ff\">A. Langkah-Langkah Pencegahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah langkah-langkah pencegahan preeklamsia sebelum kehamilan yang bisa Anda lakukan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Konsultasi pra-kehamilan untuk menilai risiko preeclampsia.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengelola berat badan untuk mencegah obesitas.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengontrol penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi sebelum hamil, untuk membantu mengurangi risiko preeklamsia.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-715511a7f3e4e1c21311a3e6231bda2b\" style=\"color:#7b86ff\">B. Pentingnya Kunjungan Prenatal Rutin<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain langkah preventif, kunjungan prenatal juga membantu mencegah risiko preeklamsia. Adapun tujuannnya adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemeriksaan rutin selama kehamilan, bermanfaat untuk mendeteksi tanda-tanda awal preeklamsia.<\/li>\n\n\n\n<li>Deteksi dini dan intervensi cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat PEB kehamilan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<div style=\"height:60px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized mobile-wide\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"462\" src=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-1024x462.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1271\" style=\"object-fit:cover;width:1920px;height:600px\" srcset=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-1024x462.png 1024w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-300x135.png 300w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-768x346.png 768w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-1536x693.png 1536w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-2048x924.png 2048w, https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pentingnya-kunjungan-prenatal-rutin-18x8.png 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Preeclampsia pada Ibu dan Anak<\/h2>\n\n\n\n<p>Preeclampsia adalah kondisi yang dapat menyebabkan berbagai risiko bagi ibu dan anak. Berikut adalah dampak dari preeklamsia yang perlu Anda ketahui, melansir dari <a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/kehamilan\/kandungan\/masalah-kehamilan\/dampak-preeklampsia-pada-ibu-janin\/\">Hello Sehat 2022<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-0d66ed700f96a56ab7e79a0273f188ab\" style=\"color:#7b86ff\">A. Dampak pada Ibu<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Risiko komplikasi seperti eclampsia dan HELLP Syndrome, yang mempengaruhi hati dan trombosit.<\/li>\n\n\n\n<li>Potensi kerusakan organ, seperti ginjal dan hati.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-color has-link-color wp-elements-78ea9d5e009183ce5e39ff86689e96d1\" style=\"color:#7b86ff\">B. Dampak pada Anak<\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:0px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Risiko kelahiran prematur, yang dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan pada bayi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pertumbuhan janin terhambat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Tahu Apa Itu Preeklampsia pada Ibu Hamil?<\/h2>\n\n\n\n<p>Kewaspadaan terhadap preeclampsia adalah hal yang penting, demi keselamatan ibu dan anak. Mengetahui gejala, penyebab, dan faktor risikonya dapat membantu dalam deteksi dini dan penanganan yang tepat, sehingga mencegah komplikasi yang lebih serius.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:24px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, selalu lakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan dan berkonsultasi dengan tenaga medis, jika mengalami gejala yang mencurigakan. Keselamatan Anda dan bayi Anda adalah prioritas utama, sehingga jangan ragu untuk mencari bantuan medis kapan saja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bagaimana Cara Mengukur Tekanan Darah di Rumah?<\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan alat pengukur tekanan darah (sphygmomanometer) yang dapat dibeli di apotek atau toko kesehatan, lalu ikuti petunjuk penggunaan alat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Apa yang Harus Dilakukan jika Mengalami Gejala Preeclampsia?<\/h3>\n\n\n\n<p>Segera hubungi dokter atau tenaga medis, sebab preeclampsia memerlukan penanganan medis segera.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Apakah Preeclampsia Bisa Dihindari?<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak dapat dihindari, tapi langkah preventif seperti mengontrol kondisi kesehatan dan menjalani pemeriksaan prenatal rutin, dapat membantu mengurangi risiko preeclampsia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sumber dan Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Angelin Putri Syah. (2022, November 01). Bahaya Preeklampsia Pada Ibu Hamil dan Janin. Hello Sehat. <a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/kehamilan\/kandungan\/masalah-kehamilan\/dampak-preeklampsia-pada-ibu-janin\/\">https:\/\/hellosehat.com\/kehamilan\/kandungan\/masalah-kehamilan\/dampak-preeklampsia-pada-ibu-janin\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Shahd A. Karrar, Daniel J. Martingano, Peter L. Hong. (2024, Februari 25). Preeclampsia. National Institute of Health (NIH). <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK570611\/\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK570611\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Pierre-Yves Robillard, Gustaaf Dekker, Marco Scioscia, Francesco Bonsante, Malik Boukerrou, Silvia Iacobelli, Phuong Lien Tran. (2023, Mei 23). Preeclampsia in 2023: Time for preventing early onset- and term preeclampsia: The paramount role of gestational weight gain. National Institute of Health (NIH). <a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/37290173\/\">https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/37290173\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Rokom. (2024, Januari 25). Utamakan Keselamatan Ibu. Kemenkes. <a href=\"https:\/\/sehatnegeriku.kemkes.go.id\/baca\/blog\/20240125\/3444846\/utamakan-keselamatan-ibu\/\">https:\/\/sehatnegeriku.kemkes.go.id\/baca\/blog\/20240125\/3444846\/utamakan-keselamatan-ibu\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Redaksi Halodoc. (2022, Oktober 7). Risiko Hamil di Usia Tua (Lebih dari 40 Tahun). Halodoc. <a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/risiko-hamil-di-usia-tua-lebih-dari-40-tahun\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/risiko-hamil-di-usia-tua-lebih-dari-40-tahun<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Redaksi Alodokter. (2020, Juni 7). Waspadai Sindrom HELLP pada Ibu Hamil. Alodokter. <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/waspadai-sindrom-hellp-pada-ibu-hamil\">https:\/\/www.alodokter.com\/waspadai-sindrom-hellp-pada-ibu-hamil<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Daniel, A. S., Dewi, A. S., Nurdin, H., Hamsah, M., &amp; Ala Husain, A. A. (2024, April 28). KARAKTERISTIK PASIEN PREEKLAMPSIA DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MUHAMMADIYAH MAKASSAR TAHUN 2023. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 8(1), 1010\u20131015. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.31004\/prepotif.v8i1.27023\">https:\/\/doi.org\/10.31004\/prepotif.v8i1.27023<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Siloam Hospitals Medical Team. (2024, Mei 24). Preeclampsia &#8211; Causes, Symptoms, and Treatments. Siloam Hospitals. <a href=\"https:\/\/www.siloamhospitals.com\/en\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-preeklamsia\">https:\/\/www.siloamhospitals.com\/en\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-preeklamsia<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Cleveland Clinic Team. (2024, Mei 28). Preeclampsia. Cleveland Clinic. <a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/17952-preeclampsia\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/17952-preeclampsia<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Mayo Clinic Press. (2022, April 15). Preeclampsia &#8211; Symptoms &amp; causes. Mayo Clinic. <a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/preeclampsia\/symptoms-causes\/syc-20355745\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/preeclampsia\/symptoms-causes\/syc-20355745<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>dr. Christian Sastra, Sp.OG. (2023, Mei 20). Mengenal Gejala Preeklamsia serta Cara Penanganannya. EMC Healthcare. <a href=\"https:\/\/www.emc.id\/id\/care-plus\/mengenal-gejala-preeklamsia-serta-cara-penanganannya\">https:\/\/www.emc.id\/id\/care-plus\/mengenal-gejala-preeklamsia-serta-cara-penanganannya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Calista Kusuma Nugraheni, A.Md.Keb. (2023, Agustus 30). Mengenal Preeklampsia. Kemenkes. <a href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/2745\/mengenal-preeklampsia\">https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/2745\/mengenal-preeklampsia<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Kee-Hak Lim, MD. (2022, Agustus 17). Preeclampsia. Medscape. <a href=\"https:\/\/emedicine.medscape.com\/article\/1476919-overview\">https:\/\/emedicine.medscape.com\/article\/1476919-overview<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Preeklamsia atau preeclampsia adalah kondisi serius yang dapat terjadi selama kehamilan dan mempengaruhi kesehatan ibu serta janin. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan tekanan darah, proteinuria, hingga kerusakan organ.&nbsp; Oleh sebab itu, kewaspadaan terhadap preeklamsia sangat penting, untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi. Melalui ulasan berikut, mari simak informasi lengkap seputar gejala, dampak, penanganan, hingga cara [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":624,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[5],"class_list":["post-635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak - AMICA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Preeclampsia adalah kondisi yang mengintai keselamatan ibu dan bayi. Mari ketahui gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahannya di sini!Slug: preeclampsia-adalah\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak - AMICA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Preeclampsia adalah kondisi yang mengintai keselamatan ibu dan bayi. Mari ketahui gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahannya di sini!Slug: preeclampsia-adalah\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"AMICA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-14T09:59:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-31T17:03:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1680\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"778\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/\",\"url\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/\",\"name\":\"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak - AMICA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png\",\"datePublished\":\"2024-07-14T09:59:33+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-31T17:03:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#\/schema\/person\/767fe7a5db878afcfa7d6de11ada4696\"},\"description\":\"Preeclampsia adalah kondisi yang mengintai keselamatan ibu dan bayi. Mari ketahui gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahannya di sini!Slug: preeclampsia-adalah\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png\",\"width\":1680,\"height\":778},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/\",\"name\":\"AMICA\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#\/schema\/person\/767fe7a5db878afcfa7d6de11ada4696\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/33e54dec0cd79fc4b5e911c15f836c46ec8d0e452ecd3ca5f707bce0a3540a3b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/33e54dec0cd79fc4b5e911c15f836c46ec8d0e452ecd3ca5f707bce0a3540a3b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\"],\"url\":\"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak - AMICA","description":"Preeclampsia adalah kondisi yang mengintai keselamatan ibu dan bayi. Mari ketahui gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahannya di sini!Slug: preeclampsia-adalah","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak - AMICA","og_description":"Preeclampsia adalah kondisi yang mengintai keselamatan ibu dan bayi. Mari ketahui gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahannya di sini!Slug: preeclampsia-adalah","og_url":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/","og_site_name":"AMICA","article_published_time":"2024-07-14T09:59:33+00:00","article_modified_time":"2024-07-31T17:03:53+00:00","og_image":[{"width":1680,"height":778,"url":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/","url":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/","name":"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak - AMICA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png","datePublished":"2024-07-14T09:59:33+00:00","dateModified":"2024-07-31T17:03:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#\/schema\/person\/767fe7a5db878afcfa7d6de11ada4696"},"description":"Preeclampsia adalah kondisi yang mengintai keselamatan ibu dan bayi. Mari ketahui gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahannya di sini!Slug: preeclampsia-adalah","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png","contentUrl":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Image-Place.png","width":1680,"height":778},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/artikel\/preeclampsia-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kewaspadaan Preeclampsia Demi Keselamatan Ibu dan Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#website","url":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/","name":"AMICA","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#\/schema\/person\/767fe7a5db878afcfa7d6de11ada4696","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/33e54dec0cd79fc4b5e911c15f836c46ec8d0e452ecd3ca5f707bce0a3540a3b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/33e54dec0cd79fc4b5e911c15f836c46ec8d0e452ecd3ca5f707bce0a3540a3b?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com"],"url":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=635"}],"version-history":[{"count":24,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1341,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/635\/revisions\/1341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.amicasuksesmandiri.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}